Kenali Penyebab Gatal Pada Vagina

Kenali Penyebab Gatal Pada VaginaKenali Penyebab Gatal Pada Vagina

Bagi Anda kaum hawa, pernahkah mengalami rasa gatal pada vagina? Jika hal tersebut sering terjadi, waspadalah! Bisa jadi itu merupakan gejala infeksi atau Anda sedang terjangkit penyakit yang berbahaya. Berikut akan kami jelaskan penyebab gatal pada vagina.

Baca Juga : Sembelit Pada Bayi dan Cara Mencegahnya

Sebenarnya rasa gatal pada daerah kewanitaan adalah wajar. Bisa terjadi pada anak-anak sampai orang dewasa. Namun jika sering atau bahkan disertai gejala lainnya, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Secara umum, penyebab gatal pada vagina adalah karena iritasi yang diakibatkan bahan-bahan kimia dalam krim, tisu, sabun, pembalut, bahkan kondom.

Ada beberapa jenis infeksi pada vagina. Yang pertama bisa disebabkan karena jamur yang tumbuh secara berlebih. Biasanya infeksi ini terjadi pada perempuan yang aktif berhubungan seksual, perempuan hamil, maupun perempuan yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah. Disamping gatal, vagina juga mengeluarkan cairan kental dan putih.

Selain disebabkan karena jamur, ada pula yang disebabkan oleh bakteri. Sebenarnya di dalam vagina sudah terdapat bakteri sehat. Namun jika bakteri jahat masuk, maka timbullah rasa gatal yang disertai dengan rasa perih serta keluarnya cairan dengan bau kurang sedap.

Para perempuan yang menuju masa menopause, gatal pada vagina juga biasanya dirasakan. Hal tersebut terjadi karena produksi estrogen menurun, dinding vagina mengering dan menipis sehingga timbullah rasa gatal. Kondisi seperti itu juga bisa terjadi pada perempuan yang sedang menyusui. Tidak hanya pada perempuan yang sudah menopause, perempuan pascamenopause juga bisa mengalaminya.

Meski jarang terjadi, penyebab vagina gatal bisa juga karena stres. Kondisi emosional yang kurang stabil biasanya membuat kekebalan tubuh menurun sehingga tubuh berisiko dihinggapi berbagai macam penyakit, termasuk gatal-gatal pada vagina. Perlu diwaspadai jika gatal dirasa berlebihan dan berkelanjutan, bisa jadi itu gejala kanker.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *