Tips Sarapan Sehat

Tips Sarapan Sehat
Ingin Lebih Semangat Beraktivitas? Perhatikan Sarapan Anda!

Seringkali banyak orang mengeluh tidak bergairah dalam menjalani aktivitas. Siang hari mata mengantuk dan badan rasanya ingin diam dan istirahat. Bisa jadi hal tersebut dikarenakan ada yang salah dengan menu sarapan di pagi hari. Jika Anda masih memiliki kebiasaan sarapan dengan makanan berkarbo seperti gorengan atau bahkan tidak sarapan sama sekali, segera ubah kebiasaan tersebut. Berikut tips sarapan sehat ala admin toko herbal tasikmalaya.

Pilih makanan sehat untuk membuat tubuh berenergi dan tidak mengantuk di siang hari. Efek positif dalam mengonsumsi menu sarapan sehat lainnya adalah mampu meningkatkan konsentrasi saat bekerja, mencegah meningkatnya kadar kolesterol, dan mengontrol berat badan. Lalu apa menu sarapan sehat yang baik untuk dikonsumsi? Beberapa orang mungkin mengira sarapan sehat adalah dengan makanan sereal rendah serat atau roti tawar. Padahal itu keliru. Makanan olahan dengan karbohidrat seperti pada roti tawar kurang baik untuk kesehatan. Karbohidrat yang terlalu banyak dikonsumsi bisa memicu meningkatkan kadar insulin dalam darah.

Karbohidrat yang bisa dikonsumsi saat sarapan sebaiknya biji-bijian utuh seperti nasi merah, roti gandum, sayuran, dan buah-buahan. Untuk menambah energi saat beraktivitas, Anda bisa menambahkan makanan yang berprotein. Berikut padanan makanan yang bisa dicoba saat sarapan. Diantranya satu butir telur rebus dan satu buah pisang, jus pisang dengan campuran susu rendah lemak dan satu lembar roti gandum, telur omelet dicampur sayuran serta roti gandum, oatmel dicampur susu rendak lemak dengan buah-buahan, yoghurt rendah lemak dengan buah-buahan, atau bisa juga susu yang ditambah buah-buahan serta roti gandum.

Mengenai sarapan, mungkin tidak sedikit orang yang tidak sempat menyiapkannya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan sehat sendiri. Karena hari-hari yang penuh dengan semangat dimulai dengan sarapan sehat. Selamat mencoba!

 

Teh Hitam Pencegah Parkinson

Teh Hitam Pencegah Parkinson
Manfaat Teh Hitam Pencegah Parkinson

Sebagai negara agraris, banyak tempat di Indonesia yang mampu menghasilkan teh dengan kualitas baik. Sehingga tidak heran, masyarakatnya pun tidak asing dengan teh yang biasa dijadikan minuman. Teh memiliki berbagai ragam. Salah satunya adalah teh hitam. Teh ini merupakan jenis camellia sinensis. Untuk menghasilkan teh hitam para petani membiarkannya menjadi berwarna cokelat lewat proses oksidasi sempurna yang kemudian mampu menghasilkan warna dan rasa yang khas.

Apa saja manfaat teh hitam? Perlu Anda ketahui bahwa sama halnya seperti teh hijau, teh hitam pun memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Meski belum terbukti secara medis, banyak sumber menyebutkan bahwa teh hitam mampu meningkatkan kewaspadaan serta menambah kemampuan pada otak dalam mengingat dan memproses informasi. Beberapa menyebutkan teh hitam juga mampu mencegah pembentukan batu ginjal, mencegah parkinson, serta mencegah penyakit jantung.

Kandungan polifenol yang ada dalam teh hitam juga mampu menekan risiko kanker ovarium. Secara umum, polifenol memang memiliki fungsi sebagai antioksidan yang mencegah sel dari kerusakan. Berpadu dengan catechin yang juga terkandung dalam teh hitam dapat membantu mencegah kanker. Penelitian memang belum membuktikan secara eksak. Namun tidak ada salahnya mengonsumsi makanan dari alam yang terbukti tanpa bahan-bahan kimia.

Namun meski demikian, mengonsumsi sesuatu tidak boleh berlebihan. Terlebih teh mengandung kafein. Pada umumnya, satu cangkir teh dengan volume 230 mililter mengandung 14-70 mg kafein. Sebaiknya tidak mengonsumsi teh lebih dari empat gelas perhari. Kafein bisa membuat sulit tidur, sakit kepala, mual, muntah, sering kencing, sampai dengan berisiko mengganggu kesehatan jantung. Bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat-obatan, harus ada jarak dalam meminum teh karena teh bisa menganggu kinerja obat.

 

Tips Memilih Pil Pelangsing

Tips Memilih Pil Pelangsing
Pil Pelangsing, Amankah?

Memiliki tubuh langsing adalah dambaan hampir seluruh kaum hawa bahkan pria yang terrkena obesitas. Bagaimana tidak? Dengan tubuh yang tidak gemuk, kebanyakan perempuan merasa lebih cantik karena bisa memakai pakaian-pakaian normal, tidak berukuran Xtra Large. Namun dalam memiliki tubuh langsing, tidak sedikit dari mereka yang memilih jalan pintas dengan meminum pil pelangsing. Lalu amankah sebenarnya mengonsumsi pil langsing? Berikut akan kami bahas. Tips memilih pil pelangsing yang aman untuk pria dan wanita.

Yang perlu digaris bawahi, Anda jangan pernah berharap untuk langsing secara instan. Jika Anda pernah mengonsumsi pil pelangsing yang membuat Anda pusing, mual, bahkan muntah, harus diwaspadai karena bisa jadi itu mengandung bahan-bahan berbahaya bagi tubuh. Beberapa merk pil pelangsing ditarik oleh Badna Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena mengandung sibutramin yang bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Sebelum memilih pil pelangsing, Anda sebaiknya mengenali kandungan yang terdapat pada pil pelangsing tersebut. Jika perlu dan memiliki bajet, konsultasi dengan dokter sangat direkomendasikan. Sehingga pil diet yang diberikan merupakan resep dari dokter. Yang perlu diutamakan, pastikan pil pelangsing terdaftar di BPOM.

Sekalipun pil pelangsing mengandung bahan efektif yang sesuai dengan gunanya, namun tetap akan ada efek samping. Seperti sering buang air besar, diare, insomnia, jantung berdebar, nafsu makan hilang, pusing, sampai mengalami kram perut. Efek samping tersebut tentu membuat Anda jadi merasa terganggu dalam melakukan berbagai aktivitas.

Beberapa pil pelangsing sebaiknya tidak dikonsumsi jika mengandung sibutramin yang bisa menyebabkan kejang, tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung. Begitu juga dengan pil yang mengandung ephedra, rimonabant, phenytoin, dan phenolphthalein. Sebagai informasi, kandungan rimonabant pada pil pelangsing dihubungkan dengan risiko depresi dan keinginan untuk bunuh diri.

Karena mengonsumsi pil pelangsing tetap ada efek sampingnya, mengapa Anda tidak mencoba untuk melakukan gaya hidup sehat seperti rajin berolahraga dan mengonsumsi lebih banyak makanan sehat berupa sayur dan buah. Tidak hanya kesehatan yang dimiliki, postur tubuh ideal dan kulit sehat pun mengikuti.

 

Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil
Mengatasi Kaki Bengkak Saat Hamil

Perempuan yang sedang hamil muda atau tua rentan mengalami pembengkakan pada bagian tubuh tertentu atau edema. Salah satunya pada kaki. Hal tersebut tidak jarang membuat ibu hamil tidak nyaman dalam beraktivitas. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Sebenarnya kaki bengkak saat hamil adalah hal normal dan wajar. Kondisi ini terjadi karena saat hamil, perempuan mengalami perubahan kadar hormon. Pelepasan hormon selama masa kehamilan bisa membuat tubuh menahan lebih banyak sodium dan cairan. Tekanan dari janin yang terus tumbuh dan meningkatnya volume darah inilah yang menyebabkan edema.

Baca Juga : Penyebab Gatal Pada Vagina

Menurut bahasa medis, pembengkakan yang terjadi pada bagian kaki, pergelangan kaki, maupun lengan disebut dengan peripheral edema. Ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan ataupun kerusakan pada pembuluh darah kapiler yang mengakibatkan cairan merembes dari kapiler ke jaringan organ sekitarnya, sehingga area tersebut menjadi bengkak. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Berikut cara-cara sederhana namun bisa membantu mengatasi kaki bengkak saat hamil. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengganjal kaki dengan bantal ketika sedang tidur. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki sirkulasi darah. Pada umumnya, pembengkakan kaki terjadi pada mereka yang kurang berolahraga. Tidak perlu berat, cukup yang ringan seperti berenang maupun rutin berjalan kaki. Sebaiknya tidak duduk maupun berdiri terlalu lama. Sering-seringlah bergerak dengan melakukan pekerjaan ringan.

Dalam hal ini, pola makan juga perlu dijaga. Kurangi asupan garam pada makanan karena mengonsumsi makanan asin bisa membuat edema lebih parah. Kaki bengkak saat hamil perlu diwaspadai jika dibarengi dengan beberapa gejala lain seperti sakit kepala berat, muntah, sampai adanya gangguan penglihatan. Karena bisa jadi kaki bengkak disebabkan tekanan darah tinggi atau kondisi serius lainnya seperti diabetes, penyakit ginjal, pembekuan darah, varises, gagal jantung, penyakit liver, atau bahkan tumor.

 

Cara Hadapi Anak Kejang

Cara Hadapi Anak Kejang
Anak Kejang? Hadapi dengan Tenang!

Saat anak mengalami demam tinggi, biasanya kejang pun ikut terjadi. Ketika orang tua melihat sang anak kejang-kejang, biasanya mereka panik karena situasi tersebut biasanya dikaitkan dengan risiko keterbelakangan mental maupun epilepsi. Jika anak kejang, hadapilah dengan tenang.

Pada umumnya, kejang karena demam tinggi disebabkan kenaikan suhu tubuh yang drastis. Beberapa kondisi anak saat kejang diantaranya disertai dengan berkeringat, pingsan, keluar busa dari mulutnya, matanya terbalik. Setelah kejangnya reda, anak akan tampak sangat kelelahan.

Gejala kejang sebenarnya beragam. Mulai dari yang ringan dengan ciri-ciri mata melotot sampai yang parah dimana tubuh bergetar-getar disertai dengan otot menjadi kaku dan kencang. Lalu apa yang harus orang tua lakukan jika itu terjadi? Pertama, jangan panik dan penting untuk tetap tenang dalam menanganinya.

Secara umum, kejang terjadi di awal anak mengalami demam. Saat anak terdeteksi demam, orang tua harus sigap dengan memberikannya obat penurun panas seperti ibuprofen maupun parasetamol. Obat tersebut memang hanya berguna untuk membuat suhu tubuh anak tidak terlalu tinggi, namun tidak mencegah kejang. Perlu diketahui bahwa saat anak demam, hindari pemberian aspirin yang risiko tertingginya berujung pada kematian.

Saat anak mengalami kejang-kejang, jangan menahan bagian tubuh anak. Letakkan dia di lantai yang aman dan nyaman seperti di atas karpet, jauhkan dari benda-benda seperti gelas. Jangan taruh obat, minuman, atau makanan apapun ketika anak sedang kejang karena hal tersebut bisa membuatnya tersedak. Anak yang kejang berpotensi pula untuk muntah. Agar anak tidak menelan muntahnya sendiri, posisikan menyamping dengan lengan berada di bawah kepala. Tetap berada di dekatnya untuk membuatnya tenang. Jika lebih dari 10 menit, larikan ke rumah sakit.

 

Perut Kembung Pada Bayi

Perut Kembung Pada Bayi
Perut Kembung Pada Bayi

Bagi Anda ibu-ibu, pernahkah melihat bayi rewel tanpa alasan jelas? Padahal sudah diberi ASI dan tidak ada gejala lain. Bisa jadi perutnya kembung. Hal tersebut bisa terjadi pada bayi dengan beberapa penyebab. Salah satunya adalah dikarenakan makanan yang dikonsumsi ibu. Bagi yang masih memiliki bayi dibawah enam bulan yang masih mengandalkan ASI, asupan makanan harus diperhatikan. Karena ASI dipengaruhi oleh makanan apa yang dikonsumsi seorang ibu menyusui.

Makanan seperti kubis, brokoli, kacang, bawang, dan kembang kol bisa membuat perut bayi kembung karena makanan tersebut membentuk gas setelah dicerna. Oleh karena itu, jika sedang dalam proses menyusui, sebaiknya hindari makanan tersebut.

Penyebab lain perut kembung pada bayi adalah bisa dari minuman selain ASI. Banyak minum memang baik untuk tubuh. Namun tidak demikian halnya dengan bayi terutama mereka yang usianya masih di bawah enam bulan. Mereka hanya bisa minum ASI dan susu formula. Sekalipun makanan alami seperti jus buah-buahan tetap tidak bisa diberikan untuk bayi karena bisa jadi itu merupakan penyebab perut kembung karena mengandung gas berlebih.

Jika bayi meminum susu formula, beri perhatian dalam memilih dot. Usahakan yang pas. Ujungnya jangan terlalu besar, jangan terlalu kecil karena bisa membuat banyak udara masuk ke dalam perutnya sehingga mengakibatkan perut kembung. Lalu bagaimana cara mengatasi perut kembung pada bayi?

Cara yang pertama, Anda bisa menyimpannya di atas tempat tidur lalu buat gerakan pada kaki bayi seperti sedang mengendarai sepeda. Gerakan tersebut bisa membantu mengeluarkan gas pada perutnya. Selain itu, bisa juga dengan memijat perutnya secara perlahan searah jarum jam. Bisa pula dengan mengusap-usap punggungnya dengan posisi bayi telungkup. Selamat mencoba!

 

Awet Muda dengan Masker Kopi

Awet Muda dengan Masker Kopi

Banyak orang sangat menikmati aroma kopi. Kebanyakan menikmatinya dengan menjadikan olahan minuman hangat maupun dingin. Padahal kopi tidak hanya untuk dikonsumsi. Biji yang satu ini terbukti bisa dijadikan bahan untuk kecantikan kulit. Beberapa riset menyebutkan masker kopi mampu mengangkat sel-sel kulit mati.

Lalu mengapa kopi bagus untuk diaplikasikan sebagai masker? Salah satu jawabannya adalah karena kopi kaya kandungan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas pada kulit. Radikal bebas sendiri biasanya ada pada asap kendaraan dan asap rokok. Hasilnya jika rutin menggunakan masker kopi, wajah dijamin akan lebih tampak awet muda.Awet Muda dengan Masker Kopi

Jika ingin mencoba membuat masker kopi, berikut akan kami berikan langkah-langkahnya. Untuk memaksimalkan hasil, Anda bisa menambahkan beberapa bahan seperti minyak zaitun, susu, yoghurt, dan madu bagi pemilik kulit kering. Sementara bagi pemilik kulit berminyak, lemon bisa ditambahkan. Untuk mencerahkan kulit atau membuat kulit lebih bercahaya dan tidak kusam, kopi dan cokelat merupakan perpaduan yang bisa dicoba.

Yang harus Anda siapkan adalah:

  • –  Perasan air lemon untuk kulit berminyak, sementara untuk kulit kering 1 sendok makan madu.
  •  – 4 sendok makan bubuk kopi. Sebaiknya ditumbuk sendiri dari biji kopi agar kealamiannya terjaga.
  • –  5 sendok makan yoghurt alami. Untuk penggantinya bisa juga menggunakan minyak zaitun.

Cara membuatnya:

  • –  Campurkan bubuk kopi, tambahkan yoghurt atau minyak zaitun ke dalam adonan masker.
  • –  Tambahkan perasan air lemon atau madu lalu aduk hingga merata.
  • –  Selalu ingat! Sebelum menggunakan masker, wajah harus dalam keadaan bebas make up, bersih, dan steril.
  • –  Kemudian sapukan masker yang sudah berbentuk pasta tadi ke wajah dan leher.
  • –  Biarkan sampai mengering lalu bilas menggunakan air hangat.

 

Keringat Dingin Pertanda Kanker?

Keringat Dingin Pertanda Kanker
Keringat Dingin Pertanda Kanker?

Berkeringat secara wajar biasanya terjadi jika seseorang melakukan aktivitas berat seperti jogging atau aerobik. Namun patut diwaspadai jika keringat dingin muncul. Hal tersebut merupakan pertanda adanya masalah pada tubuh. Apakah itu?

Biasanya karena stres, tegang, dan panik, keringat dingin bisa muncul. Namun keringat dingin ternyata menandakan adanya gangguan kesehatan yang cukup berbahaya. Keringat dingin terutama yang muncul pada telapak tangan maupun kaki biasanya disertai dengan kondisi lain seperti kulit pucat, pusing, stres, lemah, atau kondisi perut yang terasa mual.

Secara umum, keringat dingin muncul saat seseorang mengalami patah tulang, migrain, maupun demam. Selain itu, penyakit bahaya lain bisa mengintai pada orang yang sering memiliki keringat dingin diantaranya gula darah rendah, tekanan darah rendah, serangan jantung, pneumonia, bahkan sampai infeksi ginjal. Bahkan untuk kondisi tertentu, keringat dingin bisa menjadi salah satu gejala awal kanker seperti kanker limfoma dimana keringat dingin muncul pada malam hari disertai penurunan berat badan yang tanpa sebab.

Oleh karena itu, saat Anda memiliki keringat dingin sebaiknya waspada. Cara meredakannya dengan menjalani gaya hidup sehat seperti memperbaiki pola makan. Sebaiknya jarak makan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur. Batasi makanan tinggi gula dan perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Selain itu, Anda juga sebaiknya membuat fisik lebih aktif dengan berolah raga secara teratur. Jogging di pagi hari bisa menjadi pilihan. Sebelum mandi dan berangkat kerja, luangkan waktu 30 menit untuk sekadar lari atau jalan kaki di sekitar kompleks rumah. Jika keringat dingin muncul di malam hari saat tidur, bisa jadi penyebabnya kondisi kamar tidak nyaman. Oleh karena itu, buat tempat tidur senyaman mungkin dengan menyingkirkan gadget berbahaya seperti handphone, ipad yang mengandung radiasi tinggi.

 

Cegah Penuaan Masker Alpukat

Cegah Penuaan Masker Alpukat
Cegah Penuaan dengan Masker Alpukat, Begini Cara Buatnya!

Alpukat atau beberapa orang menyebutnya avokad banyak dijadikan bahan utama untuk kecantikan kulit. Hal tersebut dikarenakan buah yang satu ini mempunyai kandungan antioksidan tinggi yang manfaatnya baik untuk mencegah penuaan kulit. Beberapa sumber menyebutkan buah yang satu ini memiliki kandungan asam folat yang mampu membantu memperbaiki sel, vitamin C dan E yang membantu mencegah sel kanker, serta vitamin B yang bisa membantu melawan infeksi dan penyakit.

Disamping untuk kulit, alpukat juga bagus dikonsumsi untuk memelihara kesehatan mata. Buah apapun yang mengandung antioksidan termasuk salah satunya alpukat sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi. Fungsinya untuk melindungi tubuh dari radikal bebas seperti pemicu penuaan dan kanker. Beberapa riset menyebutkan bahwa mengoleskan masker alpukat pada kulit bisa menjadi cara untuk menjaga kelembaban kulit secara alami.

Berikut akan kami berikan resep membuat masker alpukat yang bisa Anda coba di rumah. Yang Anda butuhkan diantaranya adalah setengah alpukat matang, satu sendok makan yoghurt, serta setengah sendok minyak alpukat atau minyak kelapa sawit.

Cara membuatnya terbilang sederhana. Yang pertama, kupas alpukat dari kulitnya lalu lumatkan sampai halus. Bisa diblender, bisa juga secara manual. Kemudian tambahkan yoghurt dan minyak kelapa sawit. Aduk sampai menjadi pasta.

Baca juga : Cara Mengatasi Komedo

Ingat, dalam menggunakan masker, wajah harus dalam keadaan bersih. Oleh karena itu sebelum mengaplikasikan masker pada wajah, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu dengan susu pembersih. Setelah itu baru oleskan masker alpukat dengan kuas, diamkan selama 20 menit sampai mengering. Untuk membilasnya sebaiknya hati-hati. Pakai handuk yang telah dicelupkan ke dalam air hangat. Lakukan sampai tersisa lapisan tipis masker. Selanjutnya pijat wajah secara perlahan. Untuk finishing, bersihkan kembali dengan handuk hangat. Di bagian akhir, oleskan pelembab pada wajah untuk menyempurnakan hasil.