Cara Hadapi Anak Kejang

Cara Hadapi Anak Kejang
Anak Kejang? Hadapi dengan Tenang!

Saat anak mengalami demam tinggi, biasanya kejang pun ikut terjadi. Ketika orang tua melihat sang anak kejang-kejang, biasanya mereka panik karena situasi tersebut biasanya dikaitkan dengan risiko keterbelakangan mental maupun epilepsi. Jika anak kejang, hadapilah dengan tenang.

Pada umumnya, kejang karena demam tinggi disebabkan kenaikan suhu tubuh yang drastis. Beberapa kondisi anak saat kejang diantaranya disertai dengan berkeringat, pingsan, keluar busa dari mulutnya, matanya terbalik. Setelah kejangnya reda, anak akan tampak sangat kelelahan.

Gejala kejang sebenarnya beragam. Mulai dari yang ringan dengan ciri-ciri mata melotot sampai yang parah dimana tubuh bergetar-getar disertai dengan otot menjadi kaku dan kencang. Lalu apa yang harus orang tua lakukan jika itu terjadi? Pertama, jangan panik dan penting untuk tetap tenang dalam menanganinya.

Secara umum, kejang terjadi di awal anak mengalami demam. Saat anak terdeteksi demam, orang tua harus sigap dengan memberikannya obat penurun panas seperti ibuprofen maupun parasetamol. Obat tersebut memang hanya berguna untuk membuat suhu tubuh anak tidak terlalu tinggi, namun tidak mencegah kejang. Perlu diketahui bahwa saat anak demam, hindari pemberian aspirin yang risiko tertingginya berujung pada kematian.

Saat anak mengalami kejang-kejang, jangan menahan bagian tubuh anak. Letakkan dia di lantai yang aman dan nyaman seperti di atas karpet, jauhkan dari benda-benda seperti gelas. Jangan taruh obat, minuman, atau makanan apapun ketika anak sedang kejang karena hal tersebut bisa membuatnya tersedak. Anak yang kejang berpotensi pula untuk muntah. Agar anak tidak menelan muntahnya sendiri, posisikan menyamping dengan lengan berada di bawah kepala. Tetap berada di dekatnya untuk membuatnya tenang. Jika lebih dari 10 menit, larikan ke rumah sakit.

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *